Antibiotik Ampuh Obati Infeksi Virus Corona? Ini Faktanya!

Namun menurutnya Sari Buah Merah mampu menyembuhkan pasien covid dengan lebih cepat dibanding menggunakan obat medis dari dokter. Itu sebabnya ratusan penelitian di berbagai negara dilakukan untuk memastikan apakah pengobatan yang efektif mengatasi infeksi virus corona. Namun, hingga kini belum ada obat yang benar-benar efektif dalam menangani virus corona tersebut.

Maka informasi tersebut dinyatakan Misleading Content atau Konten yang menyesatkan. Cek Fakta Merdeka.com menelusuri klaim tentang daun sungkai ampuh mengobati pasien positif Covid-19. Dikutip dari Antara dalam artikel berjudul “Daun Sungkai ampuh obati COVID-19?” yang dimuat pada 26 April 2020. Peneliti memasukkan uji coba terkontrol secara acak yang menguji kemanjuran wabah penyembuhan teratai pengobatan tradisional Tiongkok dalam pengobatan pneumonia virus corona baru.

Berbagai obat-obatan dan vitamin digunakan untuk membantu melawan virus di dalam tubuh pasien. Jika kita terinfeksi virus corona, sebagian dari kita mengalami gejala ringan dan dapat diatasi di rumah dengan cara beristirahat, mengonsumsi paracetamol dan memastikan tubuh kita mendapat cairan yang cukup. Kepala Petugas Medis untuk Inggris Prof Chris Whitty mengatakan obat itu akan menyelamatkan nyawa di seluruh dunia.

Tetapi penggunaan interferon-beta pada pasien dengan Covid-19 yang parah mungkin berisiko. Jika obat diberikan terlambat, penyakit ini dapat dengan mudah menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih buruk daripada membantu pasien. Obat kombinasi Ritonavir-Lopinavir yang dijual dengan merek Kaltera awalnya digunakan pada tahun 2000 untuk mengobati infeksi HIV. Pada bulan Februari lalu, dokter di Thailand mengatakan mereka melihat adanya perbaikan kondisi pasien COVID-19 saat diberi kombinasi obat Ritonavir-Lopinavir.

Obat penyembuh covid yang ampuh

Secara empiris gabungan kandungan senyawa kimia dari tanaman tersebut bermanfaat sebagai imunomodulator untuk menjaga daya tahan tubuh. Efek farmakologi gabungan senyawa kimia dalam tanaman tersebut tentu bisa berbeda dengan efek farmakologi senyawa kurkumin secara tunggal . Di antara pasien yang sembuh itu, dalam masa pengobatan yang dilakukan baik secara mandiri maupun perawatan ketat di rumah sakit rujukan, tentunya juga mengonsumsi macam-macam obat, vitamin c, dan multivitamin lainnya.

Otoritas setempat juga menutup sebuah klinik herbalis di wilayah Kabul karena telah mengembangkan vaksin corona dari jenis narkotika itu. Jika Anda memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah, lebih rentan terinfeksi COVID-19. Sebelumnya ia merupakan pasien terjangkit virus corona, namun kini ia telah dinyatakan pulih dari penyakit tersebut. “Pengalaman saya menjadi pasien Covid-19 di RS Besar DKI Jakarta sempat saya tanyakan perihal obat seperti ini bahkan saya tunjukkan. Saat kunjungan dokter serta konsul ke dia, apakah obat ini aman dikonsumsi untuk pasien covid katanya kalau bisa tidak dianjurkan,” kata @DikDoang. Belum lama ini salah seorang pengguna TikTok bernama dr. Marco Vidor mengungkap apakah obat tersebut efektif untuk mengobati orang yang terkena Covid-19.

Lulusan Postdoctoral Fellowship Harvard Medical School, Amerika Serikat, ini menyatakan pencegahan virus corona yang paling efektif sampai sekarang hanya dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat. Pandemi virus corona yang menjadi penyebab dari COVID-19 masih menimbulkan keresahan di seluruh penjuru dunia. Walaupun sudah puluhan ribu orang berhasil sembuh, nyatanya jumlah pasien positif dan meninggal juga masih belum berkurang.